Pernahkah kau membenci seseorang?
Oh,,, apakah kau membencinya karena dia membuatmu kecewa?
Kau mengira ia tidak akan menyakitimu, dan kau sangat mempercayainya
Lalu dia mengkhianatimu dan meninggalkanmu
Pernahkah juga kau mencintai seseorang?
Seolah-olah kebahagiaan sedang menari bersamamu?
Lalu kau merasa melayang, tertiup angin yang lembut?
Apapun tak begitu penting lagi bagimu?
Membenci dan mencintai,,,
Kadang terasa seperti kue coklat
Pahit dan manis berada dalam satu tempat
Manakah yang lebih kuat?
Seseorang pernah kupercaya, aku mencintainya…
Seseorang itu telah tiada
Kami berpisah dalam keadaan yang buruk
Aku meninggalkannya karena dustanya
Aku meninggalkannya karena dia melukai perasaanku
Dan kuputuskan untuk menjauhinya, sebelum aku terluka lebih dalam…
Seseorang yang melukaiku pun pernah terluka
Ia percaya cinta itu selalu kekal
Dan akhirnya ia kecewa,,
Karena cinta ternyata bisa pergi meninggalkannya kapan saja
Sabtu, 17 Desember 2011
Menunggu
Apakah kamu mempercayainya?
Jika tidak tahu menjadi jawabanmu
Maka aku bisa merasakan sesuatu
Ada harapan di situ
Benarkah?
Tak usah menjawab apa-apa
Karena aku lebih percaya perasaanmu daripada ucapan bibirmu
Mungkin saat ini kau merasa gelisah
Menunggu sesuatu yang belum pernah berjanji akan datang
Namun kau tidak tahu harus menunggu apa lagi selain ia?
Bahkan mungkin nanti takkan pernah kau permasalahkan jika seluruh hidupmu tersita untuk menunggunya
Perasaan dan ucapan manusia sering tak dapat dipercaya
Namun bukan berarti dunia ini mengerikan
Yang membuat dunia ini mengerikan hanyalah hati
Hati yang terlalu naïf
Akupun masih menunggunya
Menunggu seorang pria yang pernah berjanji datang padaku
Entah dia siapa,
Setan kah, malaikat kah atau benar dia takdirku,,,
Tapi, bisa juga bukan apa-apa
Dan aku tak akan menyesal mempercayainya
Karena ia adalah salah satu kepingan indah dalam memori masa mudaku
Memori tentang suatu harapan masa lalu
Jika tidak tahu menjadi jawabanmu
Maka aku bisa merasakan sesuatu
Ada harapan di situ
Benarkah?
Tak usah menjawab apa-apa
Karena aku lebih percaya perasaanmu daripada ucapan bibirmu
Mungkin saat ini kau merasa gelisah
Menunggu sesuatu yang belum pernah berjanji akan datang
Namun kau tidak tahu harus menunggu apa lagi selain ia?
Bahkan mungkin nanti takkan pernah kau permasalahkan jika seluruh hidupmu tersita untuk menunggunya
Perasaan dan ucapan manusia sering tak dapat dipercaya
Namun bukan berarti dunia ini mengerikan
Yang membuat dunia ini mengerikan hanyalah hati
Hati yang terlalu naïf
Akupun masih menunggunya
Menunggu seorang pria yang pernah berjanji datang padaku
Entah dia siapa,
Setan kah, malaikat kah atau benar dia takdirku,,,
Tapi, bisa juga bukan apa-apa
Dan aku tak akan menyesal mempercayainya
Karena ia adalah salah satu kepingan indah dalam memori masa mudaku
Memori tentang suatu harapan masa lalu
Langganan:
Komentar (Atom)